Peneliti Temukan Bermacam-macam Ribu Partikel Plastik di Air Kemasan, Berbahayakah bagi Kesehatan?

Peneliti Temukan Bermacam-macam Ribu Partikel Plastik di tempat Air Kemasan, Berbahayakah bagi Kesehatan?

Rodafakta.com – JAKARTA – Menurut hasil penelitian terbaru yang mana dijalankan dalam Universitas Columbia lalu Universitas Rutgers, sudah ditemukan sekitar 240.000 partikel plastik di satu liter air kemasan.

Melansir laman Medical News Today, Selasa (16/1/2024), penelitian itu sudah menemukan beberapa partikel plastik dengan konsentrasi 10 hingga 100 kali lebih besar banyak dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan klasifikasinya, terdeteksi 10% mikroplastik yang mana berukuran antara 5 milimeter hingga 1 mikrometer.

Sementara itu, ditemukan pula sebanyak 90% partikel nanoplastik berukuran kurang dari 1 mikrometer.


Terdeteksinya isi partikel plastik pada jumlah agregat cukup besar di air kemasan memang benar belum diketahui secara pasti efek samping atau risiko yang dimaksud muncul pasca mengonsumsinya. Namun, Dr. Sara Benede dari Institut Penelitian Keilmuan Pangan Dewan Investigasi Nasional Spanyol menyatakan bahwa hal itu perlu dikhawatirkan. Pasalnya, partikel plastik dikhawatirkan perlahan-lahan dapat bergesekan dengan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan berbagai hambatan kesehatan.

“Di satu sisi, partikel plastik ini dapat menyebabkan cedera fisik dengan merusak, misalnya usus ketika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, atau paru-paru pada waktu kita menghirupnya,” jelasnya.

Melihat adanya isi mikroplastik dan juga nanoplastik pada air kemasan, dua hal yang dimaksud mengandung zat aditif dan juga dikhawatirkan dapat mengakibatkan bahaya kimia pada kemampuan fisik konsumen.

“Mikro dan juga nanoplastik juga dapat mengakibatkan bahaya kimia, oleh sebab itu mengandung zat aditif yang digunakan ditambahkan selama produksi untuk memberikan sifat khusus seperti kekuatan, fleksibilitas, kekakuan, kemampuan beradaptasi terhadap faktor eksternal, kemudian lain-lain,” beber Dr. Sara Benede.

Beberapa materi aditif yang mana sempat menjadi sorotan dikarenakan terkandung pada botol air kemasan yakni ftalat kemudian bisphenol A [BPA]. Kedua unsur yang dimaksud dapat mengubah fungsi sistem endokrin yang mana berdampak buruk pada perkembangan, reproduksi, neurologis, juga kekebalan tubuh manusia.

Baca juga:  Cegah Infertilitas dengan Terapkan Gaya Hidup Seimbang

(Sumber:SindoNews)