Bisnis  

OJK Ancam 13 Pinjol yang digunakan Masih Beri Bunga Tinggi

OJK Ancam 13 Pinjol yang mana digunakan Masih Beri Bunga Tinggi

Rodafakta.com – JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) telah terjadi menerbitkan SE no.19 Tahun 2023 pada 8 November 2023 tentang penyelenggaraan layanan bersatu berbasis teknologi informasi, yang tersebut mengatur batas maksimal khasiat kegiatan ekonomi atau bunga yang diturunkan bertahap dari 0,3% pada 2024 menjadi 0,2% di tempat 2025 kemudian 0,1% pada 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Organisasi Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, serta Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, masih ada 13 pelopor peer-to-peer lending atau pinjol pada periode 1-4 Januari 2024 masih melampaui batas maksimum.

“Oleh lantaran itu kami sekarang sedang melakukan klarifikasi untuk 13 pelopor yang dimaksud dan juga kemudian apabila terbukti memang benar terjadi pelanggaran akan kami kenakan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Agusman di Pertemuan pers Hasil RDK Bulanan Desember 2023, Selasa (9/1/2024).

Ketentuan yang disebutkan adalah pasal 29 POJK 10 tahun 2022 yang disebutkan pelopor wajib memenuhi ketentuan batas maksimum faedah ekonomi di memfasilitasi pendanaan, batas maksimum ditetapkan oleh OJK, lalu ketentuan lebih tinggi lanjut ditetapkan oleh OJK.

Kemudian di dalam pasal 41 disebutkan bila melanggar pasal 29 POJK, sanksi administrasi adalah pertama peringatan keras tertulis, pembatasan kegiatan usaha (PKU) lalu cabut izin bisnis (CIU).

Agusman menegaskan bahwa SE OJK 19 tahun 23 juga bergabung mengatur berbagai hal, termasuk mekanisme penagihan. Terkait pushback dari beberapa jumlah pelaksana pinjol yang mana mengumumkan penurunan bunga maksimal dapat mengempiskan jangkauan dan juga menurunkan inklusi, Agusman menyampaikan diterapkan akibat memperhatikan aspek pemeliharaan sesuai harapan masyarakat.

“Penurunan bunga peer-to-peer lending diharapkan dapat berdampak positif untuk pendanaan produktif dan juga dapat jamin akan adanya jangkauan lebih besar luas untuk rakyat yang membutuhkan dana secara lebih tinggi efisien sehingga mampu jadi daya tarik,” jelas Agusman.

Baca juga:  Kampanye pada Demak, Ganjar Akan Luncurkan Inisiatif Pemutihan Utang Petani

Dengan demikian, OJK akan terus melakukan pemantauan kemudian evaluasi berhadapan dengan penetapan faedah sektor ekonomi tersebut. Agusman juga berharap aturan baru ini memperoleh dukungan luas.

(Sumber:SindoNews)