Kronologi Pria Di Buru Maluku Curi 2,6 Kg Emas Hiasan Kubah Masjid, Nekat Karena Banyak Utang

Kronologi Pria Di Buru Maluku Curi 2,6 Kg Emas Hiasan Kubah Masjid, Nekat Karena Banyak Utang

Rodafakta.com – Kepolisian Resor Buru resmi menetapkan satu terperiksa berinisial AG (67) pelaku perkara pencurian tiang alif berlapis emas hiasan kubah Masjid Al-Huda, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kaiyeli, Wilayah Buru, Maluku.

Kasus pencurian ini berhasil diungkapkan setelahnya dilaporkan rakyat pada 4 Maret 2024 serta menemukan barang bukti tiang alif berlapis emas seberat kurang lebih tinggi 2,6 kilogram.

“Saat ini penyidik telah menetapkan AG sebagai dituduh sebagaimana dimaksud di rumusan Pasal 363 Ayat (1) Ke-5e KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan,” kata Kapolres Pulau Buru AKBP Sulastri Sukidjang, ketika konferensi pers pada Mapolres Buru, Namlea, Hari Senin (11/3/2024).

Pelaku pencurian ini diamankan pada Kamis (7/3). Sementara tiang alif hasil pencurian ditemukan dalam dua lokasi berbeda pada Hari Jumat (8/3).

Kapolres mengatakan, Tersangka diamankan pasca pihaknya mendapat laporan publik yang digunakan baru diketahui pada hari Senin, 4 Maret 2024 sekira pukul 07.30 WIT.

Setelah mendapatkan laporan masyarakat, regu gabungan dari Satreskrim Polres Pulau Buru serta Polsek Waeapo yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Aditya Bambang Sundawa, didampingi Plh Kapolsek Waeapo AKP Deny Indrawan Lubis melakukan olah TKP.

Usut punya usut, kelompok penyidik akhirnya menemukan tangga dalam TKP. Dari hasil penyelidikan regu mencurigai AG yang tersebut pada waktu itu pada perjalanan menuju Namlea menggunakan perahu cepat dari Desa Kayeli. Ia diketahui ingin berangkat ke Ambon lalu hendak menuju Ternate, Provinsi Maluku Utara.

“Dari keterangan yang dimaksud didapatkan regu melakukan pencarian terhadap AG lalu menemukannya berada dalam sekitar Komplek Dervas, Desa Namlea. Ia secara langsung diamankan serta dibawa menuju Polres Buru untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil interogasi AG mengakui bahwa tangga yang digunakan adalah miliknya. Ia juga menyampaikan beberapa jumlah lokasi disimpannya tiang alif berlapis emas tersebut.

Baca juga:  Pulang Liburan Tahun Baru, Pemilik Rumah di tempat Depok Syok Harta Benda Raib Digondol Maling

“Tim penyidik kemudian menuju lokasi-lokasi penyimpanan hasil pencurian pada hari Hari Jumat (8/3/2024) dan juga pada waktu malam harinya akhirnya ditemukan serta dengan segera diamankan dalam Polres Buru,” terangnya.

Setelah dijalankan pemeriksaan terhadap AG, kelompok kemudian mengantongi empat nama warga lainnya yang digunakan mengetahui aksi pencurian yang mana diadakan oleh tersangka. Mereka yaitu AU (59), YI (42), RS (59) dan juga RT (61). Keempat orang yang disebutkan kemudian diperiksa sebagai saksi.

“Dari hasil pemeriksaan empat saksi yang disebutkan secara terpisah, tidak ada ditemukannya keterlibatan mereka. Keterangan yang disampaikan mereka itu tiada bersesuaian dengan keterangan terdakwa AG,” ujarnya.

Selanjutnya pada Minggu, 10 Maret 2024 sekitar pukul 11.30 WIT, puluhan personel melakukan pengamanan terbuka mengakibatkan terdakwa untuk melakukan reka adegan terkait perkembangan pencurian tersebut.

“Hasil dari pada reka adegan yang dimaksud ditemukan fakta bahwa benar yang mana melakukan pencurian yang dimaksud adalah saudara AG sendiri,” jelasnya.

Kapolres mengungkapkan, modus operandi yang dilaksanakan terdakwa sejak pukul 02.00 – 05.00 WIT. Ia melakukan aksinya dengan menggunakan dua buah tangga.

Tangga yang dimaksud dipakai terdakwa terbuat dari kayu setinggi 5,18 meter, juga 3 meter. Tersangka juga menggunakan tali nilon warna hijau. Ia juga menggunakan kayu sepanjang 5 meter yang pada ujungnya ditancapkan besi berukuran 6 cm, sebagai pengait.

Setelah peralatan-peralatan yang dimaksud berhasil ia naikkan di area menghadapi masjid lalu berhasil memanjat kubah masjid, terdakwa kemudian menggunakan kayu sepanjang lima meter yang mana di area ujungnya sudah ada ditancapkan besi sebagai pengait.

“Saat di area berhadapan dengan kubah masjid, terdakwa kemudian mengambil kayu lima meter yang mana di dalam ujungnya sudah ada ditancapkan besi enam sebagai pengait. Ia kemudian menghubungkannya pada tiang Alif juga tarik sebanyak tiga kali hingga tiang alif jatuh di tempat atap masjid,” ungkapnya.

Baca juga:  Ganjar Kepercayaan Tambah Transportasi pada Maluku Melalui Otonomi Asimetris

Karena terjatuh, lafaz Allah yang dimaksud terbuat dari emas murni yang disebutkan patah dari tiang alif. Tersangka kemudian mengambil hasil curian yang dimaksud dan juga kabur dari masjid.

“Sebelum turun dituduh membuka tali lalu melemparnya bersatu tangga serta kayu ke bawah masjid. Ia kemudian turun serta memikul tangga juga kayu berjalan menyeberangi pagar belakang masjid dan juga membuangnya di dalam semak-semak sungai,” ia menambahkan.

Menurut Kapolres, ketika melakukan aksinya tersebut, terperiksa menggunakan penutup wajah. Karena lafaz Allah pada tiang alif sudah ada patah, dituduh kemudian mematahkannya menjadi lima bagian.

“Setelah itu terperiksa kembali ke rumah serta menyimpan emas yang dimaksud sebagiannya ditaruh dalam dekat pohon nipa. Tersangka kemudian berjalan ke pantai dan juga menyumbangkan sebagian sisa emas pada pasir samping pantai tepatnya pada bawah pohon baru, juga dalam bawah pohon tikar. Setelah itu terperiksa kembali ke rumah,” katanya.

Kapolres menyatakan, motif terperiksa melakukan pencurian dikarenakan permintaan ekonomi. Tersangka mengaku banyak utang sehingga dirinya nekat mencuri untuk menebus utang piutangnya.

Menurutnya, penyidik ketika ini telah lama memeriksa 7 orang saksi lalu sudah pernah mengamankan barang bukti terkait TP pencurian dengan pemberatan tersebut.

“Barang bukti yang tersebut kami amankan di tempat antaranya tiang alif yang tersebut terbuat dari emas, penutup wajah warna hitam, tangga, baju dan juga celana milik tersangka, tali, kayu pengait, serta manik-manik yang dimaksud terpisah dari emas,” ucap Kapolres. (Sumber: Antara)