Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Khusus untuk Hidrogen Bidang Transportasi

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Khusus untuk Hidrogen Lingkup Transportasi

Rodafakta.com – Kementerian Daya lalu Narasumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan regulasi khusus terkait dengan pengembangan hidrogen untuk sektor transportasi.

Direktur Aneka Tenaga Baru kemudian Terbarukan Ditjen Daya Baru Terbarukan juga Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengungkapkan pihaknya juga akan mengatur standar keamanan stasiun pengisian komponen bakar hidrogen atau SPBH.

“Karena hidrogen itu belum ada regulasi khusus, dalam 2024 ini juga kami siapkan,” kata Andriah di tempat sela-sela acara peresmian pembangunan hydrogen refueling station (HRS), di dalam SPBU Daan Mogot, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Selain itu, kata ia lagi, nantinya juga akan disiapkan standar keamanan di area prasarana stasiun pengisian material bakar hidrogen (SPBH).

“Ada SNI (Standar Nasional Indonesia) yang digunakan akan kami siapkan di area 2024 ini, termasuk salah satunya adalah SNI untuk safety yang tersebut akan kami siapkan,” kata Feby.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa pengembangan hidrogen untuk sektor transportasi sebenarnya sudah tertuang pada kebijakan energi nasional.

Namun, kata Nicke lagi, Pertamina membutuhkan dukungan regulasi untuk mengupayakan pengembangan hidrogen untuk sektor transportasi tersebut.

“Ini kan sudah ada ada, telah masuk, hydrogen for mobility ini sudah ada ada. Nanti, tentu kami akan mengusulkan sebab ketika sistem ekologi ini siap, kami juga perlu adanya regulasi yang digunakan membantu yang tersebut secara spesifik dapat memacu ke peningkatan pengaplikasian hydrogen for mobility ini,” ujar Nicke.

Pertamina meletakkan batu pertama atau groundbreaking perkembangan SPBH yang digunakan berlokasi di dalam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Daan Mogot, Ibukota Indonesia Barat, Rabu.

Nicke mengungkapkan pembangunan SPBH yang disebutkan merupakan suatu milestone penting di menggalang kegiatan mencapai target net zero emission (NZE) 2060. Nicke menyatakan perkembangan SPBH akan memakan waktu paling lambat enam bulan.

Baca juga:  Kepercayaan Kembangkan Pelaku UMK dalam Indramayu, Pertamina Gelar Sosialisasi Proyek PUMK

“Yang penting kalau buat customer ini siap enam bulan dari sekarang paling lambat, ini akan siap kami operasikan,” ujar Nicke pula.

SPBU Daan Mogot akan menjadi integrated energy refueling station pertama di tempat Indonesia, serta akan menyediakan tiga jenis materi bakar pada satu stasiun pengisian, yaitu BBM, gas, lalu hidrogen.

Dengan konsep high-speed hydrogen refueling station, HRS ini nantinya akan mampu melakukan pengisian hidrogen dengan skala komersial dengan waktu pengisian kurang dari lima menit.

(Sumber: Suara.com)