Tekno  

Tim Hacker Rusia Bobol Jaringan Kyivstar, tanah Ukraina Alami Kerugian Besar

Tim Hacker Rusia Bobol Jaringan Kyivstar, tanah negara Ukraina Alami Kerugian Besar

Rodafakta.com – KIEV – Kepala siber intelijen keamanan negeri Ukraina Illia Vitiuk mengungkapkan, hacker Rusia bertanggung jawab melawan pemutusan akses internet kemudian komunikasi seluler Kyivstar pada Desember 2023. Kyivstar merupakan operator telekomunikasi terkemuka di dalam negara Ukraina yang digunakan sekitar 24 jt orang warga.

Vitiuk mengatakan, para peretas sudah pernah menganalisis seluruh infrastruktur Kyivstar serta bersiap dengan cermat selama berbulan-bulan sebelum meluncurkan serangan siber besar-besaran. Konsekuensi serangan itu menghapus hampir semuanya kemudian memengaruhi sekitar 24 jt pengguna selama berhari-hari.

“(Serangan siber) yang mana menghancurkan, benar-benar menghancurkan inti dari operator telekomunikasi. Serangan ini adalah instruksi besar, peringatan tegas besar, tiada semata-mata bagi Ukraina, namun bagi seluruh dunia Barat untuk memahami bahwa tidaklah ada individu pun yang benar-benar tidak ada tersentuh,” katanya dikutipkan SINDOnews dari laman info risk today, Hari Jumat (5/1/2024).

Kelompok peretas bernama Solntsepek, yang dimaksud mempunyai hubungan dengan unit GRU angkatan bersenjata Rusia, sebelumnya mengaku bertanggung jawab berhadapan dengan serangan tersebut. Grup yang disebutkan mengklaim 10.000 komputer, lebih banyak dari 4.000 server, juga semua penyimpanan cloud dan juga sistem cadangan yang dimiliki oleh Kyivstar sudah terhapus di serangan tersebut.

Vitiuk menyatakan malware yang digunakan digunakan kemungkinan besar merupakan penghapus data. Namun, pihaknya masih menyelidiki masing-masing sampel perangkat lunak berbahaya tersebut.

Kelompok Hacker Rusia Bobol Jaringan Kyivstar, negeri Ukraina Alami Kerugian Besar

Vitiuk tidaklah memberikan rincian namun mengkonfirmasi bahwa ribuan server virtual dan juga PC telah dilakukan hancur pada serangan “skala besar”. “Penyelidik kesulitan menganalisis vektor serangan dikarenakan infrastruktur Kyivstar terhapus,” katanya.

Peneliti keamanan siber memperkirakan akan ada lebih besar banyak dampak buruk setelahnya pemadaman listrik pada bulan Desember. “Jika penyerang berada di dalam jaringan organisasi selama lebih tinggi dari enam bulan, merek akan mengakses sebagian besar data operator,” kata William Wright, direktur utama Closed Door Security, untuk Information Security Media Massa Group.

Baca juga:  Dikabarkan Diserang Hacker, PT KAI Pastikan Sistem IT Aman

Dia menjelaskan, serangan terhadap infrastruktur nasional yang digunakan penting akan digunakan untuk mengakumulasi informasi sebanyak mungkin. Kemudian para hacker melakukan serangan mematikan untuk menghancurkan infrastruktur tersebut.

“Serangan dua arah yaitu mengakumulasi informasi kemudian menyebabkan kekacauan sebanyak kemungkinan besar mengingatkan kita pada serangan Maersk pada tahun 2017, yang mana menyebabkan kerugian sekitar USD10 miliar,” ujarnya.

(Sumber:SindoNews)