Jangan Panik, Hal ini yang digunakan Harus Dilakukan pada waktu Ban Mobil Pecah pada Jalan Tol

Jangan Panik, Hal ini yang digunakan Harus Dilakukan pada waktu Ban Mobil Pecah pada Jalan Tol

Rodafakta.com – JAKARTA – Ketenangan, pengetahuan serta pengalaman sangat menentukan di menghadapi kondisi kritis. Hal ini juga berlaku pada waktu mengalami ban mobil pecah di dalam jalan tol.

Penanganan yang digunakan salah tentu akan berakibat fatal. Tercatat, ban mobil pecah menjadi faktor kecelakaan terbesar dalam Indonesia dikarenakan dapat menghasilkan kendaraan terbalik. Untuk menghindari kecelakaan fatal akibat ban mobil pecah secara mendadak di dalam jalan tol, respons pengemudi sangat menentukan. Dalam hal ini pengemudi dituntut untuk bersikap tenang.

Hal itu disampaikan oleh Instruktur serta Pendiri Ibukota Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu. Ia menegaskan ada cara yang berbeda di mengatasi ban mobil pecah, baik bagian depan maupun belakang. “Ban mobil pecah itu bisa jadi depan lalu belakang, jadi penanganannya sedikit berbeda. Hal ini perlu diterapkan agar tak terjadi hal-hal yang tidak ada diinginkan. Jadi pengendara perlu memahami,” kata Jusri, hari terakhir pekan (5/1/2024).

Pria yang dimaksud sudah ada lebih banyak dari 30 tahun menggeluti dunia safety riding itu mengasumsikan ban mobil yang digunakan pecah berjenis SUV serta berada di tempat kecepatan 100 km/jam. Ketika ban pecah baik depan maupun belakang, ada sikap berbeda yang mana perlu diadakan pengemudi.

Jusri mengungkapkan apabila ban depan yang mana pecah, pengemudi harus masih tenang, mempertahankan kecepatan, kemudian jangan mengerem secara tiba-tiba. Pertahankan kemudi sesuai arah lintasan, juga perlahan turunkan kecepatan sekaligus secara bertahap menepikan kendaraan. “Mengapa pertahankan kecepatan bukanlah dengan segera memperlambat laju atau mengerem? Hal ini oleh sebab itu distribusi bobot bertumpu pada roda belakang, lalu ban depan tidak ada terbebani khususnya yang mana pecah,” ujar Jusri.

Baca juga:  Bagi Pemudik Libur Nataru dengan Mobil Pribadi, Simak Kesiapan Tol serta Jalan Nasional di area Seantero Negeri Kita

“Ketika melakukan pengereman kemudian ban depan menerima bobot, maka setir akan sulit dikendalikan. Mobil secara otomatis akan mengarah ke roda yang pecah. Untuk itu disarankan perlambat kendaraan secara perlahan,” ujarnya.

Sementara untuk tindakan hukum ban belakang yang dimaksud pecah, penanganannya hampir sama. Pengemudi jangan panik, pertahankan kemudi sesuai arah lintasan, dan juga turunkan kecepatan juga secara bertahap menepikan kendaraan di dalam lokasi yang mana aman untuk berhenti.

“Untuk ban belakang yang digunakan pecah mengapa kita harus segera menurunkan kecepatan atau melakukan pengereman? Karena itu sanggup memproduksi bobot ban belakang berkurang, sehingga mobil akan lebih lanjut mudah dikendalikan,” ucap Jusri.

Sebagai langkah pencegahan ban mobil pecah , pengecekan tekanan udara sangat disarankan oleh Jusri agar ban mempunyai daya gesek yang sempurna. Tekanan udara yang ideal akan memproduksi temperatur ban mobil lebih besar stabil lalu tak mudah pecah.

(Sumber:SindoNews)