Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pertanda Jokowi Personifikasikan Diri seseorang Raja

Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pertanda Jokowi Personifikasikan Diri seseorang Raja

Rodafakta.com – JAKARTA – Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti heran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran mempersonifikasikan diri bagaikan orang raja. Ikrar lantas membeberkan beberapa pertanda sikap itu.

Ikrar mengumumkan salah satu kebiasaan era kepemimpinan Jokowi, upacara peringatan tegas Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus kerap menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Hanya sekadar pakaian yang digunakan, kata dia, kental dengan penunjukan sosok manusia pemimpin.

“Saya juga tidak ada menyadari, di dalam antara pakaian yang digunakan beliau pakai itu adalah pakaian adat yang tersebut berasal dari berbagai wilayah juga juga dari Tanah Jawa yang dimaksud ternyata melambangkan pakaian kebesaran misalnya manusia petinggi kerajaan pada masa lalu,” ujar Ikrar pada diskusi daring bertajuk Para Pendekar Turun Gunung, Hari Sabtu (16/3/2024).

Ikrar kemudian menyinggung pernikahan anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Pemilihan tempat Pura Mangkunegaran menurutnya juga sikap personifikasi Jokowi yang digunakan menjadi raja.

“Saya kemudian di hati aja apakah kemudian Jokowi ini akan mempersonifikasikan dirinya sebagai raja juga kemudian apakah menjadikan anak-anaknya sebuah dinasti,” jelas dia.

Ia kemudian juga menyinggung mengenai kultur kekuasaan pada Jawa yang digunakan tiada menyukai adanya matahari kembar. Hal itu pun, kata dia, selaras dengan sikap Jokowi yang dimaksud tidaklah suka menerima adanya oposisi.

“Anda mampu baayangkan bagaimana kemudian individu yang mana menjadi saingan berat ia pada pemilihan raya 2014 serta 2019 kemudian ditawari lalu diangkat menjadi Menhan di kabinet,” paparnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia ini juga mengaku terlambat menyadari sikap Jokowi. Pasalnya, pada waktu itu Ikrar juga menganggap dipilihnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Defense hanyalah sikap kebijakan pemerintah yang tersebut akomodatif.

Baca juga:  Jokowi Teken Keppres Biaya Haji, Segini Besaran per Embarkasi

“Tapi saya tiada pernah berpikir bahwa itu adalah bagian bagaimana ia mendekati Prabowo, mantan seteru yang hebat pada ketika itu untuk kemudian mampu menjadi satu kepentingan kebijakan pemerintah sama-sama pada pemilihan raya 2024,” tutupnya.