Ganjar Sebut Garda Samudera Kawal Kepentingan Nasional di tempat Laut

Ganjar Sebut Garda Samudera Kawal Kepentingan Nasional di dalam tempat Laut

Rodafakta.com – JAKARTA – Dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia, calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mencanangkan strategi yang digunakan disebutnya Garda Samudera. Gagasan Garda Samudra ditopang oleh alutsita siap tempur untuk memposisikan Indonesia sebagai stabilisator yang mana mampu berperan tambahan pada kawasan.

“Kita perlukan Garda Samudera sebagai strategi baru dari poros maritim dunia. 100% pesawat kita mesti siap tempur, alutsista kita mesti siap tempur, kemudian zero toleransi untuk kecelakaan pada alutsista kita,” kata Ganjar di debat ketiga Pilpres 2024 yang digunakan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Istora Senayan, Hari Minggu (7/1/2024) malam.

Menggarisbawahi seruan Ganjar, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto menjelaskan, Garda Samudera akan dipimpin oleh Bakamla sebagai penjaga perbatasan (coat guard). Selama ini, kewenangan penegakan hukum dalam laut terluar tersebar ke sejumlah kementerian serta lembaga.

“Hal ini dijalankan agar pengamanan laut lebih tinggi terarah. Kami akan terus mengawal kepentingan nasional kita pada laut oleh sebab itu kita negara maritim,” kata Andi Widjajanto pada keterangannya, Rabu (10/1/2024).

Sementara itu, Senior Fellow CSIS Rizal Sukma menjelaskan, Indonesia memiliki sikap strategis yang menciptakan sikap negara ini rawan terhadap ancaman kemudian tekanan eksternal. Garda Samudera berarti Indonesia mampu menjaga kedudukan strategis dari peningkatan ketegangan antarnegara besar yang tersebut dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas apenangkalan wilayah.

“Kepentingan strategis yang digunakan harus dicapai adalah menjamin ALKI juga laut indonesia secara umum bukan dimanfaatkan untuk kepentingan negara hegemon. Menjadi Garda Samudera juga akan menjadikan Indonesia lebih tinggi lebih lanjut leluasa memainkan peran sebagai stabilisator yang dimaksud menawarkan solusi konkret berhadapan dengan berbagai permasalahan kawasan,” katanya.

Baca juga:  Anies Baswedan Diancam Ditembak, Ganjar: Jangan Ngancem, Biarkan Rakyat Memilih

Ganjar juga menegaskan, salah satu cara untuk membantu strategi yang disebutkan adalah peningkatan anggaran pertahanan negara hingga 2% dari PDB. Wakil Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Andhika Perkasa mengatakan, kenaikan anggaran dalam pertahanan yang mana ditargetkan di tempat berhadapan dengan 2% tidaklah hanya sekali mengenai dana yang mana digunakan untuk membeli senjata guna meningkatkan kapabilitas pertahanan atau yang tersebut rutin dikenal dengan modernisasi alutsista.

Dia menjelaskan, orang-orang terkadang relatif luput bahwa anggaran pertahanan juga dipakai untuk belanja pegawai kemudian pemenuhan kesejahteraan prajurit. Terdapat beberapa tipologi persentase anggaran pertahanan sebuah negara terhadap PDB, yaitu reduction dengan perkiraan anggaran >1% dari PDB, maintenance yang dimaksud mencapai anggaran 1-1,2% dari PDB, modernisation sekitar 1,2-2% dari PDB, arms build-up 2-2,5% dari PDB, dan juga arms race >3% dari PDB.

“Kami ingin Indonesia berada di dalam tahap modernisasi, dengan anggaran pertahanannya mencapai 1,2-2% dari PDB. Sementara itu, Indonesia pada waktu ini masih berada di area tahap reduction, dengan anggaran pertahanan kurang dari 1% dari PDB,” katanya.

(Sumber:Sindonews)