Dongfeng Pastikan Perang Harga Mobil Listrik China Akan Dimulai Tahun Hal ini

Dongfeng Pastikan Perang Harga Mobil Listrik China Akan Dimulai Tahun Hal ini

Rodafakta.com – JAKARTA – Tahun 2024 akan terjadi pertempuran tarif berkelanjutan yang dimaksud akan memberikan tekanan pada lebih tinggi dari 200 produsen mobil listrik (EV) dalam China.


Menurut Liu Luochuan, direktur pusat penelitian pengembangan strategis di dalam Dongfeng Motor mengungkapkan untuk situs Chaixin, tahun baru ini akan menentukan siapa yang digunakan akan menjadi pemenang, siapa yang mana kalah, siapa yang mana bertahan serta siapa yang mana akan dikuburkan.

Seperti dilansir dari Nikkei Asia hari terakhir pekan (5/1/2024), asosiasi produsen memperkirakan peningkatan pelanggan akan melambat menjadi 3 persen pada tahun 2024, sementara lingkungan ekonomi domestik masih terjebak pada persaingan yang dimaksud ketat.

Situasi ini kemungkinan besar akan menyebabkan beberapa produsen tersingkir dari medan pertempuran pada tahun 2025 lalu 2026.

Liu tambahan lanjut menjelaskan bahwa meskipun transisi bidang ke kendaraan listrik dan juga mobil pintar berprogres pesat, sebagian besar produsen masih belum miliki skala yang digunakan cukup untuk mencapai titik impas.

“Hanya produsen yang dimaksud memproduksi setidaknya 500.000 unit kendaraan energi baru (NEV, termasuk EV kemudian hibrida plug-in) yang mampu memperoleh keuntungan. Selebihnya harus terus berjuang untuk bertahan,” ujarnya.

Perang tarif dimulai pada China pasca subsidi yang diberlakukan sejak 2009 berakhir pada akhir tahun 2022.

Selama tiga tahun sebelumnya, jualan NEV meningkat dari 1,37 jt unit pada tahun 2020 menjadi 6,89 jt unit pada tahun 2022.

Pada awal tahun 2023, Tesla memulai kampanye peperangan tarif kendaraan listrik di dalam Tiongkok, yang kemudian disertai oleh sebagian besar pesaing di tempat pasar.

Alhasil, perdagangan NEV di area China melonjak 36,7% menjadi 8,3 jt unit sepanjang Januari-November atau 30,8% dari total jualan 26,89 jt unit.

Baca juga:  Ikuti Jejak Toyota, Honda dan juga Isuzu Siap Kenalkan Mobil Hidrogen

Pendiri kemudian pimpinan Li Auto, Li Xiang memperkirakan semata-mata lima produsen NEV besar dalam China yang tersebut akan bertahan, termasuk Tesla, BYD, kemudian Huawei.

(Sumber:SindoNews)