Denny JA Luncurkan 4 Buku Lukisan Artificial Intelligence

Denny JA Luncurkan 4 Buku Lukisan Artificial Intelligence

Rodafakta.com – JAKARTA Denny JA selalu mengisi waktu luangnya melukis dengan bantuan Artificial Intelligece (AI) , menulis puisi esai, lalu menghidupkan forum spiritualitas antar keyakinan di tempat sela-sela kesibukannya selaku penasehat urusan politik Pilpres 2024.

Politik praktis membuatnya harus menyempitkan fokus dengan cara berpikir terukur. Tapi lukisan, puisi, dan juga dunia spiritualitas meluas kembali wawasannya, pergi dari dari ukuran-ukuran yang dimaksud baku.

Tak terasa, Denny JA sudah ada menerbitkan empat buku lukisan Artificial Intelligence dengan total 307 karya. Berbeda dengan karya sebelumnya, di area buku lukisan keempat, Denny JA lebih banyak menemukan ciri khas lukisannya. Tokoh yang dilukisnya, umumnya miliki telinga yang dimaksud lebih banyak besar.

“Telinga yang tersebut lebih banyak besar itu simbol harapan sang pelukis. Ini adalah era kita harus mendengar tambahan banyak. Itu disimbolkan dengan telinga yang tersebut lebih lanjut besar dibandingkan ukuran telinga yang mana biasa,” ujar Denny JA di keterangannya, Rabu (10/1/2023).

Denny JA mempelajari karakter pelukis dunia lain. Margaret Keane dikenal dengan gaya lukisannya yang mana menampilkan anak-anak dengan mata yang tersebut sangat besar.

Ciri khas ini muncul dari pengalaman pribadinya serta keinginannya untuk mengekspresikan emosi melalui mata yang mana ekspresif. Proses kreatifnya melibatkan pengamatan mendalam terhadap ekspresi wajah lalu ekspresi emosional anak-anak.

Sementara itu, Fernando Botero dikenal dengan gaya lukisannya yang menggambarkan tubuh manusia juga objek dengan proporsi yang sangat besar juga bulat.

Ciri khas ini terinspirasi oleh minatnya terhadap seni Baroque kemudian Renaissance. Dalam era itu, proporsi yang berlebihan banyak digunakan untuk menonjolkan keindahan dan juga kekuatan visual.

Proses kreatif Botero melibatkan eksperimen dengan proporsi serta bentuk untuk mencapai estetika yang digunakan khas lalu menggemaskan.

Baca juga:  Kalahkan Apple, Microsoft Jadi Organisasi Paling Berharga

(Sumber:SindoNews)