Bisnis  

Aturan Baru OJK, Emiten Wajib Buyback Saham 12 Periode Usai RUPS

Aturan Baru OJK, Emiten Wajib Buyback Saham 12 Periode Usai RUPS

Rodafakta.com – Regulator bursa modal memangkas masa waktu pembelian kembali atau buy back saham beredar di dalam rakyat menjadi 12 bulan dari 18 bulan usai persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hal itu tertuang di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 /POJK.04/2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Korporasi Terbuka.

Sebelumnya, di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka pada Pasal 8 dinyatakan; Pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) wajib diselesaikan paling lama 18 bulan setelahnya tanggal RUPS yang dimaksud menyetujui pembelian kembali saham sebagaimana dimaksud pada Pasal 2.

Dalan beleid baru tentang buy back itu, OJK masih mengajukan permohonan emiten melakukan pengalihan menghadapi saham yang tersebut telah dilakukan dibeli kembali atau refloat di jangka waktu 3 tahun pasca selesainya pembelian kembali saham.

Namun pada POJK ini, OJK merinci bahwa emiten bisa jadi menunda masa pengalihan saham treasury selama dua tahun dengan persyaratan sudah mengalihkan saham hasil pembelian kembali paling sedikit 10 persen dari saham hasil pembelian kembali atau nilai tukar sahamnya selama 3 tahun pasca selesainya pembelian kembali saham tidak ada pernah melebihi harga jual rata-rata pembelian kembali.

OJK masih memberi kesempatan untuk emiten yang dimaksud menambah satu tahun lagi masa pengalihan apabila masih ada sisa saham treasury.

Kalaupun dua aturan tadi tidak ada terpenuhi, OJK cuma memberi waktu perpajangan selama 1 tahun saja.

Regulator pangsa modal juga menambah 2 cara pengalihan saham treasuri menjadi 7 langkah, yakni:

  1. Dijual baik di area Bursa Efek maupun dalam luar Bursa Efek;
  2. Ditarik kembali dengan cara pengurangan modal;
  3. Pelaksanaan acara kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi lalu badan komisaris;
  4. Pelaksanaan pembayaran/penyelesaian melawan operasi tertentu;
  5. Pelaksanaan konversi Efek bersifat ekuitas yang mana diterbitkan oleh Organisasi Terbuka;
  6. Distribusi saham hasil pembelian kembali untuk pemegang saham secara proporsional; dan/atau c
  7. Cara lain dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Baca juga:  Mengenal Indeks Saham Amerika Serikat, Calon Investor Luar Negeri Wajib Tahu

Sedangkan pada POJK sebelumnya cuma dengan 5 cara, yakni;

  1. Dijual baik pada Bursa Efek maupun dalam luar Bursa Efek;
  2. Ditarik kembali dengan cara pengurangan modal;
  3. Pelaksanaan kegiatan kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi kemudian komite komisaris;
  4. Pelaksanaan konversi Efek bersifat ekuitas; dan/atau
  5. Cara lain dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

(Sumber: Suara.com)