Agar Tak Diremehkan Negara Lain, Pengamat Sebut Keamanan Harus Jadi Hal yang Diutamakan

Agar Tak Diremehkan Negara Lain, Pengamat Sebut Security Harus Jadi Hal yang tersebut Diutamakan

Rodafakta.com – JAKARTA – Sektor pertahanan sebuah negara dinilai harus menjadi prioritas, hal ini agar negara yang dimaksud tidaklah diremehkan oleh negara lain. Opini yang dimaksud disampaikan pengamat birokrasi, Varhan Abdul Aziz.

Varhan mengungkapkan, naiknya peringkat kekuatan militer Indonesia ke peringkat 13 dunia dari 145 negara pada tahun 2023 patut diapresiasi. Kata dia, pada 2019 Indonesia berada di area peringkat 16 berdasarkan data Global Firepower Rank, pada tahun 2023 naik 3 peringkat.

“Ini merupakan prestasi Menteri Defense Prabowo Subianto pada hampir lima tahun menjalankan amanat yang digunakan diemban,” kata Varhan di keterangannya, Selasa (9/1/2024).

“Bila Defense tidak ada menjadi salah satu prioritas maka negara lain sanggup belaka meremehkan kita serta dengan mudahnya kita mendapat peluang gangguan kedaulatan sumber daya, yang tersebut harus dilindungi untuk rakyat,” tambahnya.

Dijelaskan Varhan, apabila sebuah negara bukan mempersiapkan alutsista yang tersebut layak, maka prospek serangan bisa saja sangat besar terjadi.

“Dapat menghancurkan semua fondasi ekonomi, pendidikan, hukum, sosial yang dimaksud dibangun. Peran Menhan Prabowo besar di menjaga stabilitas yang tersebut telah dibangun Kabinet Jokowi ini,” ungkapnya.

Wakil Bendahara Umum DPP KNPI ini menyampaikan, dengan 131.9 triliun anggaran Kemhan sebetulnya dibagi untuk lima instansi, Mabes TNI, AD, AU, juga AL, sedang Kemhan sendiri hanya saja 22.43 Triliun, terbesar pada AD yang mendapat 55.26 T, yang mana dianggap sesuai dengan total rasio personel tertinggi.

“Untuk alutsista sendiri rasio yang digunakan realistis hanya saja sanggup ditempatkan pada bilangan bulat 17 persen. Seperti halnya belanja pemerintah di area Instansi lainya, terbesar tentu di area berada pada unsur pegawai. Namun Pak Prabowo ini, dengan anggaran yang dimaksud menyebar reformasi alusista dapat dibuat efisien kemudian meningkatkan value pertahanan negara kita,” sebutnya.

Baca juga:  Terkait Informasi Pertahanan, Mahfud MD: Tak Ada Rahasia Negara yang tersebut Dibongkar di area Debat Capres

Varhan juga mengingatkan, bahwa di dalam masa Menhan Prabowo Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer nomor 1 di area ASEAN.

“Nomor 13 dalam Planet itu artinya kita diatas Ukraina, Australia, dan juga Iran. Jadi tidak semata-mata tentang pertempuran atau tidak ada perang, namun di konsep Ketahanan Nasional bagaimana suatu Negara siap menghadapi Ancaman Tantangan Hambatan lalu Gangguan (ATGH),” ungkap Alumni Sekolah Kajian Stratejik serta Global, Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia ini.

(Sumber:Sindonews)