Bisnis  

5 Organisasi Perlindungan Amerika Serikat Dijatuhi Sanksi oleh China, Berikut Nama dan juga Alasannya

5 Organisasi Perlindungan Amerika Serikat Dijatuhi Sanksi oleh China, Berikut Nama dan juga juga Alasannya

Rodafakta.com – BEIJING – China menjatuhkan sanksi terhadap 5 perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) , imbas aktivitas perdagangan senjata ke Taiwan. Pengumuman sanksi China itu muncul ketika Taiwan bersiap mengadakan pemilihan presiden kemudian parlemen pada 13 Januari 2024, mendatang.

Penjualan senjata Negeri Paman Sam ke Taiwan memang benar rutin menjadi sumber ketegangan antara Beijing juga Washington. Periode lalu, Departemen Luar Negeri Negeri Paman Sam menyetujui transaksi jual beli peralatan senilai USD300 jt atau setara Rp4,6 triliun (Kurs Rp15.420 per USD) untuk membantu memelihara sistem informasi taktis Taiwan.

Dalam sebuah pernyataan yang tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China pada akhir pekan lalu, mengungkapkan bahwa sanksi itu “Sebagai tanggapan melawan tindakan salah yang mana dilaksanakan oleh AS”.

Dijelaskan juga bahwa transaksi jual beli senjata baru-baru ini “sangat membahayakan kedaulatan juga kepentingan keamanan China, merusak perdamaian kemudian stabilitas di area Selat Taiwan”.

Perusahaan-perusahaan yang dimaksud dikenai sanksi China yang dimaksud yakni BAE Systems Land and Armament, Alliant Techsystems Operation, AeroVironment, ViaSat kemudian Fakta Link Solutions.

China akan membekukan aset perusahaan dan juga melarang semua pihak juga organisasi pada China terlibat aktivitas dengan lima perusahaan dengan syarat Negeri Paman Sam itu, kata Kementerian Luar Negeri seperti dilansir BBC.

Belakangan, Beijing sudah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan mendekati pemilihan yang digunakan dapat mendefinisikan kembali hubungannya dengan China. Dalam pidato Waktu senja Tahun Baru tahunannya, Presiden China Xi Jinping menegaskan kembali klaimnya bahwa Taiwan “pasti akan bersatu kembali” dengan China.

Nada yang digunakan lebih banyak kuat juga disampaikan dibandingkan tahun lalu, ketika Xi Jinping berbicara tentang Taiwan menjadi bagian dari “keluarga yang digunakan sama”.

Baca juga:  Ilmuwan Desak China untuk Menguasai Industri Baterai Lithium

Sebagai informasi, China memandang pulau berpenduduk 23 jt jiwa itu sebagai provinsi yang memisahkan diri yang tersebut pada akhirnya akan berada di dalam bawah kendali Beijing. Sedangkan Taiwan menganggap dirinya berbeda dari daratan China, dengan konstitusinya sendiri lalu para pemimpin yang digunakan dipilih secara demokratis.

(Sumber:SindoNews)